
Columbia Tristar Marketing Group.Inc.
Cuplikan Film The Social Network
”Dulu kita hidup di desa, lalu kita hidup di kota, dan sekarang kita akan hidup di internet....”

KOMPAS.com — Itu kata tokoh Sean Parker yang diperankan penyanyi Justin Timberlake dalam The Social Network. Inilah film tentang panggung kehidupan di jagat internet ketika jejaring sosial Facebook dilahirkan. Film garapan sutradara David Fincher ini diangkat dari novel laris ”The Accidental Billionaires” karya Ben Mezrich yang diolah menjadi skenario oleh Aaron Sorkin.
Kita tidak saja melihat lahirnya Facebook, tetapi juga menyaksikan perubahan bentuk interaksi sosial. Relasi sosial tidak lagi dibangun di atas panggung kehidupan di alam nyata. Teknologi melahirkan panggung baru pergaulan manusia di jagat maya yang dikendalikan dari keyboard komputer. The Social Network mengajak kita untuk melihat bahwa dunia riuh di jagat maya itu lahir dari kamar mahasiswa yang redup dan sepi. Penghuninya yang terdepak dari pergaulan sosial kesendirian, hidup dengan jiwa yang kesepian.
Manusia kesepian itu adalah Mark Zuckerberg yang melahirkan Facebook. Pada adegan awal film kita dipapari adegan Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) mahasiswa Universitas Harvard yang berpacaran dengan Erica Albright (Rooney Mara). Kita dicecar dengan dialog yang mengucur cepat dari mulut Mark. Dari adegan ini kita dibekali pemahaman tentang sosok Mark sebagai seorang cerdas, genius komputer, arogan, dan terlalu percaya diri.
Antisosial Kita diajak melihat sosok Mark lewat mata Erica. Gadis ini menyebut Mark sebagai ”nerd” cowok genius, tetapi hanya asyik dengan dunianya sendiri yang bersifat nonsosial. Dalam hal ini Mark adalah computer nerd, cowok yang hidup di jagat sepi di belakang internet. Dengan satu kata, Erica menyebut Mark sebagai pria menyebalkan. Erica menggunakan kata sarkastis: asshole. Dan oleh sebab itu, Erica memilih pisah dengan Mark. Aktor Jesse Eisenberg dengan bagus memerankan tokoh menyebalkan itu.
Ketika terdepak dari sang pacar, Mark semakin terlempar ke jagat sepi. Sebelumnya ia telah merasa terbuang karena tidak diterima di klub dayung yang prestisius. Mark yang kecewa dan kesepian membalas dendam dengan kegeniusannya dalam hal komputer. Ia masuk ke kamar yang redup, lalu duduk di depan komputer dengan botol bir di sampingnya. Di sanalah ia menciptakan situs Facemash untuk melecehkan gadis-gadis kampus. Lewat Facemash, cowok bisa memberi nilai atau rating kecantikan gadis-gadis kampus. Dan itulah cikal bakal Facebook.
The Social Network memperlihatkan pertemanan riuh di jagat virtual itu lahir dari orang yang tidak membutuhkan teman. Mark hanya butuh teman ketika ia memerlukan bantuan. Kepada Erica, ia pernah tegas-tegas mengatakan, ”Aku tidak butuh teman.” Mark yang mampu menciptakan ajang pergaulan global tanpa batas geografis itu justru seorang yang dengan kejam bisa memutuskan pertemanan jika sang teman dirasa tidak diperlukan lagi.
Di kemudian hari ketika Facebook sudah menjadi bisnis besar, Mark tega meninggalkan rekannya yang ikut membidani Facebook, yaitu Eduardo Saverin (Andrew Garfield). Eduardo adalah kawan sekampus yang mendanai situs yang menjadi cikal bakal Facebook . Belakangan, Mark berkongsi dengan Sean Parker (Justin Timberlake) dan meninggalkan Eduardo. Dan mungkin oleh karena itu Mark menjadi kaya.
Tampaknya urusan yang satu ini mendapat penekanan tersendiri dalam The Social Network. Setidaknya itu terdengar lewat lagu Beatles yang menjadi penutup film, ”Baby You’re a Rich Man...”. (XAR)
"The Social Network" memperlihatkan pertemanan riuh di jagat virtual itu lahir dari orang yang tidak membutuhkan teman.
Kita tidak saja melihat lahirnya Facebook, tetapi juga menyaksikan perubahan bentuk interaksi sosial. Relasi sosial tidak lagi dibangun di atas panggung kehidupan di alam nyata. Teknologi melahirkan panggung baru pergaulan manusia di jagat maya yang dikendalikan dari keyboard komputer. The Social Network mengajak kita untuk melihat bahwa dunia riuh di jagat maya itu lahir dari kamar mahasiswa yang redup dan sepi. Penghuninya yang terdepak dari pergaulan sosial kesendirian, hidup dengan jiwa yang kesepian.
Manusia kesepian itu adalah Mark Zuckerberg yang melahirkan Facebook. Pada adegan awal film kita dipapari adegan Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) mahasiswa Universitas Harvard yang berpacaran dengan Erica Albright (Rooney Mara). Kita dicecar dengan dialog yang mengucur cepat dari mulut Mark. Dari adegan ini kita dibekali pemahaman tentang sosok Mark sebagai seorang cerdas, genius komputer, arogan, dan terlalu percaya diri.
Antisosial Kita diajak melihat sosok Mark lewat mata Erica. Gadis ini menyebut Mark sebagai ”nerd” cowok genius, tetapi hanya asyik dengan dunianya sendiri yang bersifat nonsosial. Dalam hal ini Mark adalah computer nerd, cowok yang hidup di jagat sepi di belakang internet. Dengan satu kata, Erica menyebut Mark sebagai pria menyebalkan. Erica menggunakan kata sarkastis: asshole. Dan oleh sebab itu, Erica memilih pisah dengan Mark. Aktor Jesse Eisenberg dengan bagus memerankan tokoh menyebalkan itu.
Ketika terdepak dari sang pacar, Mark semakin terlempar ke jagat sepi. Sebelumnya ia telah merasa terbuang karena tidak diterima di klub dayung yang prestisius. Mark yang kecewa dan kesepian membalas dendam dengan kegeniusannya dalam hal komputer. Ia masuk ke kamar yang redup, lalu duduk di depan komputer dengan botol bir di sampingnya. Di sanalah ia menciptakan situs Facemash untuk melecehkan gadis-gadis kampus. Lewat Facemash, cowok bisa memberi nilai atau rating kecantikan gadis-gadis kampus. Dan itulah cikal bakal Facebook.
The Social Network memperlihatkan pertemanan riuh di jagat virtual itu lahir dari orang yang tidak membutuhkan teman. Mark hanya butuh teman ketika ia memerlukan bantuan. Kepada Erica, ia pernah tegas-tegas mengatakan, ”Aku tidak butuh teman.” Mark yang mampu menciptakan ajang pergaulan global tanpa batas geografis itu justru seorang yang dengan kejam bisa memutuskan pertemanan jika sang teman dirasa tidak diperlukan lagi.
Di kemudian hari ketika Facebook sudah menjadi bisnis besar, Mark tega meninggalkan rekannya yang ikut membidani Facebook, yaitu Eduardo Saverin (Andrew Garfield). Eduardo adalah kawan sekampus yang mendanai situs yang menjadi cikal bakal Facebook . Belakangan, Mark berkongsi dengan Sean Parker (Justin Timberlake) dan meninggalkan Eduardo. Dan mungkin oleh karena itu Mark menjadi kaya.
Tampaknya urusan yang satu ini mendapat penekanan tersendiri dalam The Social Network. Setidaknya itu terdengar lewat lagu Beatles yang menjadi penutup film, ”Baby You’re a Rich Man...”. (XAR)
BINTANG Betelgeuse sedang menghitung waktu kematiannya. Peneliti mendapati bintang terbesar kedua di Rasi Orion ini terus kehilangan massa, memerah, dan akan meledak dalam waktu dekat. Menurut Fisikawan University of Southern Queensland, Brad Carter, Betelgeuse kehabisan "bahan bakar" yang membuatnya menyala. "Kalau bahan bakar benar-benar habis, bintang itu akan mati," katanya seperti dikutip Kantor Berita Australia News.com. Bintang yang mati akan meledak, disebut Supernova. Nyala ledakan itu sangat besar. Carter menghitung, kematian Betelgeuse bisa membuat Bumi terang, malam jadi siang, selama beberapa pekan. "Kita akan memiliki matahari kedua," ujarnya. Dipastikan akan jadi fenomena alam terhebat sepanjang sejarah. Namun waktu ledakan tidak dapat dipastikan. "Antara sebelum 2012 sampai jutaan tahun mendatang," kata Carter. Betelgeuse diambil dari Bahasa Arab Yad Al Jauza, tangan Al-Jauza, menggambarkan sosok perempuan yang mengatur alam. Kematian Betelgeuse menimbulkan kekuatiran karena bersamaan dengan ramalan Suku Maya menyatakan kiamat datang 2012. Namun Carter membantahnya. "Tidak akan membahayakan Bumi sedikit pun," katanya. Meski mengamini penelitian Carter, pakar astronomi Amerika Serikat Phil Plait menyangsikan munculnya "matahari kedua". Sebab Betelgeuse terbentang di jarak 625 tahun cahaya dari Bumi. Jauh di luar jarak "ideal" untuk menikmati siraman cahaya supernova, 25 tahun cahaya.(tic) 





