LONGKI KEMAJUAN SULTENG

LONGKI KEMAJUAN SULTENG

KEAMANAN TERJAMIN

KEAMANAN TERJAMIN
Pilih No.Urut "3" Gubernur Sulteng

KAMPANYE LONGKI & SUDARTO

KAMPANYE LONGKI & SUDARTO
CAGUB SULTENG 2011-2016

For Executif Sulteng

For Executif Sulteng

Senin, 27 Desember 2010

Rakyat Malaysia Masih Tak Percaya Timnya Menang

Rakyat Malaysia Masih Tak Percaya Timnya Menang
Senin, 27 Desember 2010 | 19:52 WIB
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Pemain timnas Malaysia, Safiq Bin Rahim, mengangkat kedua tangannya ke arah penonton di samping pemain timnas Indonesia, Arif Suyono, yang berjalan lemah usai pertandingan dalam laga pertama babak final Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/12/2010). Indonesia kalah 0-3.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Husein Sanusi
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Bagi sebagian besar warga Malaysia, kemengan 3-0 atas Indonesia semalam adalah kebanggaan yang tak terhingga. Mereka menganggap itu adalah sejarah besar yang sudah lama tak pernah mereka lihat.
Maka sangat wajar jika obrolan-obrolan warga Negeri Jiran dari pagi hingga sore ini dipenuhi dengan suasana ceria dan kegembiraan yang mendalam. Ini bisa dilihat dari komentar-komentar warga Malaysia di kedai-kedai.
"Kami bangun tidur sejak pagi tadi dengan senyum dan wajah ceria. Sebab telah lama kami tak menyaksikan timnas kami bermain bagus seperti semalam apalagi yang dikalahkan adalah Indonesia. Kami seperti tak percaya itu bisa terjadi," kata Abdul Jalil, warga Kelantan Malaysia saat ditemui Tribun di kedai makan, Sungai Besi, Senin (27/12/2010).
Jalil mengaku tidak rugi datang jauh-jauh dari Kelantan ke Kuala Lumpur kemudian dibalas dengan kemenangan telak atas Indonesia. "Kami pasti puas menyaksikan pertandingan semalam. Marwah (derajat) kami sebagai bangsa Malaysia terangkat lagi setelah kemenangan itu," katanya.
Sumber : tribunnews.com
Editor: Tri Wahono   |  Dibaca : 14690

Balas Malaysia, Kuncinya Gol Pertama

Balas Malaysia, Kuncinya Gol Pertama
Selasa, 28 Desember 2010 | 02:33 WIB
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl menegaskan, kunci untuk dapat membalas kekalahan dari Malaysia adalah gol pertama. Riedl yakin, jika timnya sanggup mendapatkan gol pertama, maka moral dan semangat timnya akan berapi-api untuk mempermalukan Malaysia.
"Tim Merah Putih" dan Malaysia bakal bentrok pada leg kedua final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (26/12/2010). Firman Utina dan kawan-kawan butuh menang dengan selisih empat gol jika ingin memutarbalikkan keadaan.
Meski mengakui peluang timnya kecil, Riedl percaya tak ada yang mustahil dalam sepak bola.
“Mental para pemain cukup baik. Mereka mampu bangkit dengan cepat. Fokus kami menghadapi pertandingan lawan Malaysia adalah bagaimana bisa mencetak gol, cepat atau lambat. Jangan dulu berpikir skor pertandingan, cukup fokus untuk mencetak gol,” ujar Riedl seperti dilansir dari situs resmi PSSI.
"Fokus kami bisa menciptakan gol. Peluang kami memang tinggal 10 persen. Tapi, kami akan tampil terbuka dengan permainan menyerang."
Pelatih asal Austria itu juga mengatakan bahwa faktor pemain ke-12 (pendukung Indonesia) bisa menjadi pelecut semangat timnya untuk bermain habis-habisan menggempur Malaysia.
"Saya pernah lama melatih di Vietnam, tapi tidak seperti ini. Suporter di Vietnam juga sangat banyak, tapi belum pernah melihat yang seperti ini. Ketika kami di airport, ada ratusan orang mendukung. Ketika kami latihan juga ada ratusan yang mendukung," tuntasnya. (PSSI)
Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: Hery Prasetyo   |  Dibaca : 7527

Suporter Malaysia Takut ke Jakarta

Suporter Malaysia Takut ke Jakarta
Senin, 27 Desember 2010 | 21:32 WIB
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Dua orang pendukung Timnas Malaysia menunjukan tiket yang baru saja dibelinya, di loket Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (25/12/2010). Animo masyarakat Malaysia mendukung timnya yang akan melawan Timnas Indonesia menjelang digelarnya pertandingan final leg pertama Piala AFF 26 Desember mendatang, tidak setinggi penonton di Indonesia.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Husein Sanusi KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Publik Malaysia bangga atas kemenangan timnya 3-0 atas Indonesia pada pertandingan leg pertama final Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010) kemarin. Kemenangan dengan skor telak itu memantapkan Malaysia selangkah lebih maju ketimbang Indonesia untuk mencetak sejarah menjadi juara baru Piala AFF.
Suporter Malaysia pastinya tak ingin merasa kecewa di leg kedua nanti. Sejatinya mereka sangat ingin memberikan dukungan langsung kepada Mohammed Safee dan kawan-kawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada leg kedua, Rabu (29/12/2010) mendatang. Namun, sebagian suporter asal Malaysia berpikir ulang untuk memberikan dukungan dengan datang langsung ke Jakarta.
"Kami sebenarnya ingin sekali datang ke Indonesia, tapi tak ada jaminan kami bisa aman di sana. Kami takut dengan suasana suporter di Indonesia yang mungkin akan marah jika mereka gagal juara," kata warga Malaysia Muzakky Aly saat ditemui di Bandara LCCT, Kuala Lumpur, Senin (27/12/2010).
Suasana 'perang suporter' antara Indonesia dan Malaysia memanas memanas sejak Indonesia kalah telak setelah ada insiden laser di lapangan. Para pendukung Indonesia di dunia maya khususnya Twitter memaki ulah suporter di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur yang terus-terusan mengarahkan sinar laser ke muka para pemain Indonesia.
Untuk memenangkan Piala AFF 2010, peluang Timnas Indonesia memang tipis. Indonesia harus minimal menuai 4-0 dari Malaysia. Timnas Malaysia tentu tidak dengan mudah membiarkan kebobolan gol sebanyak itu.
Sumber : tribunnews.com
Editor: Tri Wahono   |  Dibaca : 29674

Gawang Ditaburi Serbuk, Markus dkk Gatal-gatal

Gawang Ditaburi Serbuk, Markus dkk Gatal-gatal
Senin, 27 Desember 2010 | 20:44 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, mengungkapkan, tim nasional Indonesia banyak mengalami teror saat bertandang ke Malaysia pada final pertama Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010). Salah satunya, kata Nurdin, pasukan "Merah Putih" sempat mendapatkan gangguan fisik saat melakoni sesi latihan menjelang pertandingan.
"Saya mendapatkan laporan dari dua asisten timnas, Widodo C Putro dan Wolfgang Pikal, kalau ada taburan berupa serbuk di depan gawang saat timnas berlatih. Hal ini membuat beberapa kiper gatal-gatal. Sebelumnya, para pemain dipaksa menunggu lama kedatangan bus untuk ke tempat latihan," tukas Nurdin saat menengok persiapan timnas di Lapangan C, Senin (27/12/2020).
Teror tersebut, kata Nurdin, ditujukan bagi tiga penjaga gawang pasukan "Garuda". Menurut Nurdin, kiper tersebut mengalami gatal-gatal karena gawang timnas ditaburi serbuk. "Ada teman-teman pers yang belum ketahui saat di Malaysia. Para pemain sudah dapat teror dari panitia pelaksana sebelum laga dimainkan," ujar Nurdin,
Selain di luar pertandingan, teror juga terjadi dalam pertandingan. Firman Utina dan kawan-kawan beberapa kali mendapatkan tembakan laser yang diduga dari pendukung Malaysia. Nurdin mengatakan, PSSI telah mengadukan permasalahan ini kepada AFF. Ia berharap persoalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM.
"Kejadian ini tentunya akan menjadi peringatan keras bagi Malaysia. Kami sudah secara resmi mengirimkan surat ketidakpuasan kami kepada AFF tadi pagi. Surat protes kami pun akan menjadi pembicaraan dalam agenda resmi consule meeting dengan AFF besok," beber Nurdin.
Meskipun demikian, Nurdin mengaku, tetap memberikan keamanan lebih bagi Malaysia yang akan menjalani final leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (29/12/2010). Ia juga mengimbau agar pendukung Indonesia bisa bertindak sportif pada pertandingan nanti.
"Saya rasa akan ada keamanan khusus sama seperti mereka bermain di Jakarta saat babak grup. Tidak ada yang menjadi begitu spesial," pungkasnya.
Penulis: Ferril Dennys   |   Editor: Tri Wahono   |  Dibaca : 35125

Jumat, 24 Desember 2010

MERRY CHRISTMAS 25 DEC 2010

2 menit yang lalu ·  ·  · Bagikan

:: Profile Tokoh

KRMH.H. Japto S. Soerjosoemarno, SH
Ketua Umum Partai Patriot

undefinedLahir Solo, Jawa Tengah, 16 Desember 1949 adalah tokoh pemuda dari organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila yang menjabat sebagai Ketua Presidium Majelis Pimpinan Nasional dan Ketua Umum Partai Patriot (sebelumnya bernama Partai Patriot Pancasila). Ayahnya adalah Mayor Jendral (Purn.) Ir. KPN. Soetarjo Soerjosoemarno yang merupakan seorang keturunan ningrat Keraton Mangkunegaran, yaitu cucu dari Mangkunegoro V, yang menamatkan pendidikan Topografi dan Geodesi-nya di Belanda, sedangkan ibunya adalah Dolly Soerjosoemarno-Zegerius, seorang wanita Yahudi Belanda. Ia juga adalah saudara kandung (adik) dari Marini Burhan Abdullah, aktris senior Indonesia dan juga ipar dari Burhan Abdullah. Disamping bergelut di dunia politik, dia juga adalah seorang tokoh penyayang dan pelestarian binatang WWF. Dia juga mempunyai hobi berburu yang dapat dilihat dari trofi yang diperolehnya dari "Big Game" di Afrika dan serta koleksi binatang-binatang yang diset seperti hidup yang menghiasi interior rumahnya di Ciganjur, Jakarta. Bakat pemimpin dan kharisma Yapto telah terbentuk di usia mudanya.Diawali pada tahun 1965, ketika dia memimpin sebuah geng anak-muda Jakarta (setelah berlalunya periode gank-gank terdahulu seperti : Selendang Boy, Marabunta, Tarantula, dan lain lain), yaitu geng : Anak Siliwangi yang merupakan kelompok yang mayoritas terdiri dari putera-putera dari perwira-perwira menengah dan tinggi TNI-AD yang bermukim di Komplek Tentara Jalan Siliwangi, di daerah Senen, Jakarta. Sejak itu, nama Yapto disegani dan ditakuti oleh anak-anak muda Jakarta, sehingga perkelahian-perkelahian diantara anak-anak ABG Jakarta seringkali dapat diselesaikan secara damai dengan menyebut nama Yapto, yang di kalangan kawan-kawannya akrab dijuluki si Bulé, Sosok seorang Yapto yang ramah, sopan, setia-kawan, rendah-hati, berintelejensi-tinggi, teguh pendirian serta pintar, juga tegas tidak berbelit-belit dan tidak oportunistik namun bisa menyesuaikan diri itu secara alamiah tumbuh menjadi pemimpin yang melegenda serta menjadi idola anak-anak muda Jakarta.


Keluarga Besar

Isteri:
Retno Suciati E.U.

Anak:
1. Golda Nayawitri B.D.K menikah dengan Adityo Rizal Soeharsono
2. Sahid Abishalom B.N.N.S
3. Jedidiah Shenazar K.S

Cucu:
1. Azriel Haryo Brotoseno T. Soeharsono
2. Gefanya Pringgita Sasmita F. Soeharsono

:::::::

undefined

Foke Jamin Tak Ada Diskriminasi di DKI

Foke Jamin Tak Ada Diskriminasi di DKI
Jumat, 24 Desember 2010 | 20:16 WIB
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Umat Nasrani mengikuti Misa Natal di Gereja GPIB Immanuel, Jakarta Pusat, Jumat (24/12/2010) malam. Misa ini sebagai bagian dalam perayaan Natal atau memperingati kelahiran Yesus Kristus.
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengucapkan Selamat Natal kepada 4.500 umat Kristiani yang hadir di Gereja Kathedral, Jakarta Pusat.
Kami juga menjamin kepada warga Kota Jakarta untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing tanpa kendala apa pun.
-- Fauzi Bowo
"Shalom!" sapa Foke yang kemudian dibalas oleh jemaat Gereja Kathedral, Jakarta Pusat, pada Misa Natal, Jumat (24/12/2010) malam.
"Salam sejahtera, selamat malam, Assalamu a'laikum," yang disambut ucapan salam oleh para jemaat.
Kepada Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo, Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa dia datang beserta jajaran muspida dan pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama se-DKI Jakarta ke Kathedral untuk mengucapkan Selamat Natal 2010 kepada jemaat Kristiani.
"Ucapan yang sama juga saya tujukan kepada umat Kristiani di seluruh pelosok Jakarta," ujar Foke.
Foke memaparkan, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan UU.
"Kami juga menjamin kepada warga Kota Jakarta untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing tanpa kendala apa pun. Kami tetap memberikan jaminan tak boleh ada perlakuan diskriminatif di Jakarta," tuturnya.
Menurut Foke, kemajemukan dan kebinekaan merupakan ciri kekayaan bangsa Indonesia yang besar ini. Namun, lanjut dia, bangsa Indonesia adalah satu dalam beriman dan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. "Semoga Natal memberi kedamaian bagi bangsa dan Ibu Kota yang kita cintai," kata Foke.
"Mari kita sambut Tahun Baru 2011 dengan penuh cinta kasih dan suka cita. Semoga Tuhan memberkati. ShalomWassalamu a'laikum," tutup Foke.
Ucapan Selamat Natal 2010 dari Gubernur DKI pun diiringi ucapan terima kasih dari Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo.
Penulis: Adi Dwijayadi   |   Editor: LatiefDibaca : 2259