LONGKI KEMAJUAN SULTENG

LONGKI KEMAJUAN SULTENG

KEAMANAN TERJAMIN

KEAMANAN TERJAMIN
Pilih No.Urut "3" Gubernur Sulteng

KAMPANYE LONGKI & SUDARTO

KAMPANYE LONGKI & SUDARTO
CAGUB SULTENG 2011-2016

For Executif Sulteng

For Executif Sulteng

Senin, 31 Januari 2011

Bumi Akan Punya Matahari Kedua

 
BINTANG Betelgeuse sedang menghitung waktu kematiannya. Peneliti mendapati bintang terbesar kedua di Rasi Orion ini terus kehilangan massa, memerah, dan akan meledak dalam waktu dekat. Menurut Fisikawan University of Southern Queensland, Brad Carter, Betelgeuse kehabisan "bahan bakar" yang membuatnya menyala. "Kalau bahan bakar benar-benar habis, bintang itu akan mati," katanya seperti dikutip Kantor Berita Australia News.com. Bintang yang mati akan meledak, disebut Supernova. Nyala ledakan itu sangat besar. Carter menghitung, kematian Betelgeuse bisa membuat Bumi terang, malam jadi siang, selama beberapa pekan. "Kita akan memiliki matahari kedua," ujarnya. Dipastikan akan jadi fenomena alam terhebat sepanjang sejarah. Namun waktu ledakan tidak dapat dipastikan. "Antara sebelum 2012 sampai jutaan tahun mendatang," kata Carter. Betelgeuse diambil dari Bahasa Arab Yad Al Jauza, tangan Al-Jauza, menggambarkan sosok perempuan yang mengatur alam. Kematian Betelgeuse menimbulkan kekuatiran karena bersamaan dengan ramalan Suku Maya menyatakan kiamat datang 2012. Namun Carter membantahnya. "Tidak akan membahayakan Bumi sedikit pun," katanya. Meski mengamini penelitian Carter, pakar astronomi Amerika Serikat Phil Plait menyangsikan munculnya "matahari kedua". Sebab Betelgeuse terbentang di jarak 625 tahun cahaya dari Bumi. Jauh di luar jarak "ideal" untuk menikmati siraman cahaya supernova, 25 tahun cahaya.(tic)

Sabtu, 29 Januari 2011

Modal Rp 2 Juta, Kini Omzet Puluhan Juta

DokterKomputer.com
Modal Rp 2 Juta, Kini Omzet Puluhan Juta
Editor: Erlangga Djumena
Senin, 24 Januari 2011 | 10:34 WIB
Dibaca: 17271
SHUTTERSTOCK
KOMPAS.com  Usaha jasa harus selalu kreatif. Ini salah satu kelebihan layanan yang ditawarkan DokterKomputer.com. Selain siap 24 jam memenuhi panggilan, layanan ini juga menyediakan komputer pengganti selagi milik pelanggan diperbaiki.
Meski pelaku usaha di bidang komputer sudah menjamur, bukan berarti peluang yang tersedia semakin kecil. Buktinya, lewat berbagai bentuk pelayanan yang kreatif, Iim Rusyamsi sukses bersaing dalam dunia bisnis komputer dengan usahanya DokterKomputer.com. Bahkan, pria kreatif ini terus memperluas jala bisnisnya melalui kemitraan usaha kewaralabaan.
DokterKomputer.com menawarkan layanan servis komputer panggilan 24 jam. Dengan modus jemput bola ini, Iim membidik pasar perkantoran dan juga perorangan yang sibuk dan tidak punya waktu datang ke tempat servis komputer. Bentuk pelayanan lain ialah memberikan komputer untuk pekerjaan darurat. Sarana ini dipinjamkan kepada pelanggan yang komputernya sedang dalam perbaikan.
Bermodal Rp 2 juta
Kegemarannya pada komputer sejak SMA inilah yang memupuk jiwa kewirausahaan Iim di bidang komputer. Dulu setiap pulang kuliah, lulusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma yang bertempat tinggal di Pademangan ini selalu mampir ke Glodok. Di tempat itu ia memperdalam ilmu komputer kepada kenalannya.
Keahlian komputer yang dimiliki akhirnya "tercium" oleh tetangga, teman, dan saudaranya. Banyak yang meminta tolong Iim untuk memperbaiki komputernya yang rusak. Setelah lulus tahun 2005, Iim bekerja sebagai teknisi komputer di perusahaan komputer terkenal.
Namun, tahun 2006, ia keluar dari pekerjaannya. "Saya langsung mendirikan PT Satria Putra Prima. Kantornya di Mangga Dua. Saat itu dibantu seorang marketing," tutur Iim. Pada tahun 2007, Iim mengganti nama usahanya menjadi DokterKomputer.com. Selain unik, nama tersebut lebih mudah dikenal dan diingat.
Modal awal yang digunakan saat itu kurang dari Rp 2.000.000. Modal tersebut berasal dari sisa tabungan yang diperoleh dari hasil bekerja. "Untuk tambahan, saya harus jual sepeda motor. Komputer pun saya bawa dari rumah," katanya mengisahkan.
Target 10 "franchisee" per tahun
Sejak 2008, DokterKomputer.com menawarkan paket kemitraan waralaba kepada siapa pun yang berminat terjun ke bisnis ini. Tujuannya untuk memperbanyak jaringan, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Setiap bulan Iim melakukan monitoring dan kendali mutu terhadapfranchisee.
Sekarang omzet yang diperoleh Iim sekitar Rp 70 juta-Rp 100 juta per bulan. Penawaran program kemitraan waralaba ini dilakukan Iim melalui media massa, pelanggan, pameran, dan internet. Pemasaran secara online juga sangat efektif. Di situs web-nya tersedia "dokter jaga".
Saat ini sudah ada 13 cabang yang berhasil dikembangkan, antara lain di Bintaro, Cengkareng, Kendari, Makassar, Bogor, Cikarang, Rawamangun, dan Pekanbaru. Dari bisnis yang banyak berinterasi dengan pelanggan ini akhirnya terbentuk sebuah jaringan kerja. Didukung pula oleh pihak vendor dan pemasok.
"Saya senang akhirnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kalau tiap cabang minimal ada lim pekerja, kan banyak tenaga kerja yang bisa diserap," katanya bangga.
Dengan peningkatan mutu yang dilakukan terus-menerus, pada 2011 Iim menargetkan bisa merekrut lagi 10 franchisee. Dengan demikian, semakin banyak orang yang tertarik dengan DokterKomputer.com. Kota yang dibidik meliputi Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Bandung. (Teguh)
Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Hoki dari Bisnis Kue Keranjang

Hoki dari Bisnis Kue Keranjang
Editor: Erlangga Djumena
Jumat, 28 Januari 2011 | 13:54 WIB
Dibaca: 1949
KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYASMenjelang Imlek, produksi kue keranjang mulai kebanjiran pesanan.
KOMPAS.com  Imlek kian dekat. Perayaan Tahun Baru China ini membawa hoki bagi para pembuat kue keranjang atau ni kwee. Pesanan kue wajib dalam Imlek ini sudah mengalir sejak sebulan sebelum Imlek. Pesanan akan terus mengalir sampai perayaan Cap Go Meh.
Perayaan Tahun Baru Imlek membawa keberuntungan bagi penjual kue keranjang. Salah seorang yang menikmati keberuntungan itu adalah Umar Sanjaya, pemilik toko Nyonya Lauw di Kampung Sinargalih, Neglasari, Tangerang.
Toko ini sehari-hari menjual kue keranjang, yang merupakan kue khas China. Penjualan kue keranjang di toko ini sudah meroket sebulan menjelang perayaan Imlek. "Kami bisa menjual 1 ton kue," kata Umar. Dia menjual kue keranjang dengan harga Rp 23.000-Rp 25.000 per kilogram yang umumnya berisi dua kue.
Dari penjualan 1 ton kue keranjang selama sebulan itu, Umar meraup omzet Rp 24 juta. Nilai ini sangat tinggi jika dibandingkan dengan penjualan pada bulan-bulan biasa yang hanya bisa menjual 300 kg-400 kg.
Di luar perayaan Imlek, tutur Umar, sebetulnya masih banyak pemesan kue keranjang yang datang, terutama dari wilayah Jabodetabek. Pemesan terutama datang dari warga keturunan Tionghoa. "Kami hanya bikin kalau ada yang memesan," ujar Umar yang mengaku tokonya sudah berdiri sejak 50 tahun lalu.
Selain menjual kue keranjang berbalut daun pisang, Umar juga menjual kue keranjang bungkus plastik. Umar menggunakan plastik sebagai pengganti daun pisang karena sulitnya mendapatkan daun pisang dalam jumlah banyak.
Walaupun lebih praktis, pembeli kebanyakan memilih kue keranjang berbungkus daun pisang untuk digunakan saat sembahyang Imlek. Umar menawarkan varian rasa kue keranjang bervariasi, mulai dari cokelat, pandan, hingga stroberi.
Lili Chandra Dewi juga kebanjiran pesanan kue keranjang mulai 10 Januari lalu. Ia banyak menerima pesanan, baik perseorangan maupun perusahaan di Jakarta.
Selain kue keranjang mini ukuran 5 cm tinggi 2,5 cm dengan harga Rp 2.000, Lili juga menjual kue keranjang ukuran besar. "Kue keranjang mini biasanya dibagikan untuk karyawan," katanya. Kue keranjang besar dengan berat sekitar 1 kg ada dalam kotak karton dengan pilihan empat kue atau dua kue seharga Rp 50.000.
Lili tetap mempertahankan bungkus daun pisang panggang. Katanya, pemakaian daun pisang akan membuat kue lebih wangi. Lili juga menawarkan sejumlah rasa seperti durian dan stroberi.
Lili menuturkan, pesanan kue keranjang buatannya baru benar-benar sepi 15 hari setelah Imlek atau sampai Cap Go Meh. Maka itu, setelah Cap Go Meh, Lili kembali berjualan makanan seperti biasa.
Sehari-hari di rumah makannya di Gading Serpong, Tangerang, Lili berjualan nasi goreng melayu, pecel medan, gado-gado, dan mi ayam.
Membuat kue keranjang, menurut Lili, tidak terlalu sulit, bahkan sekarang lebih mudah dibandingkan dengan masa lalu. Jika dulu kue harus dikukus 8-10 jam, kini dengan adanya panci stainless hanya dibutuhkan dua jam saja. "Bahan-bahannya sederhana, hanya tepung ketan, gula, dan air," kata Lili.
Tepung ketan dicampur gula sambil diberi air sedikit demi sedikit. Adonan itu lalu disaring dan dimasukkan ke wadah beralas daun pisang yang sudah dipanggang. "Sebelum dikukus ditimbang dulu agar beratnya pas dengan pesanan,” katanya. Adonan itu dikukus 2-2,5 jam dan bisa disimpan hingga setahun di dalam lemari es. (Gloria Natalia, Ragil Nugroho/Kontan)
Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Hoki dari Bisnis Kue Keranjang

Hoki dari Bisnis Kue Keranjang
Editor: Erlangga Djumena
Jumat, 28 Januari 2011 | 13:54 WIB
Dibaca: 1949
KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYASMenjelang Imlek, produksi kue keranjang mulai kebanjiran pesanan.
KOMPAS.com  Imlek kian dekat. Perayaan Tahun Baru China ini membawa hoki bagi para pembuat kue keranjang atau ni kwee. Pesanan kue wajib dalam Imlek ini sudah mengalir sejak sebulan sebelum Imlek. Pesanan akan terus mengalir sampai perayaan Cap Go Meh.
Perayaan Tahun Baru Imlek membawa keberuntungan bagi penjual kue keranjang. Salah seorang yang menikmati keberuntungan itu adalah Umar Sanjaya, pemilik toko Nyonya Lauw di Kampung Sinargalih, Neglasari, Tangerang.
Toko ini sehari-hari menjual kue keranjang, yang merupakan kue khas China. Penjualan kue keranjang di toko ini sudah meroket sebulan menjelang perayaan Imlek. "Kami bisa menjual 1 ton kue," kata Umar. Dia menjual kue keranjang dengan harga Rp 23.000-Rp 25.000 per kilogram yang umumnya berisi dua kue.
Dari penjualan 1 ton kue keranjang selama sebulan itu, Umar meraup omzet Rp 24 juta. Nilai ini sangat tinggi jika dibandingkan dengan penjualan pada bulan-bulan biasa yang hanya bisa menjual 300 kg-400 kg.
Di luar perayaan Imlek, tutur Umar, sebetulnya masih banyak pemesan kue keranjang yang datang, terutama dari wilayah Jabodetabek. Pemesan terutama datang dari warga keturunan Tionghoa. "Kami hanya bikin kalau ada yang memesan," ujar Umar yang mengaku tokonya sudah berdiri sejak 50 tahun lalu.
Selain menjual kue keranjang berbalut daun pisang, Umar juga menjual kue keranjang bungkus plastik. Umar menggunakan plastik sebagai pengganti daun pisang karena sulitnya mendapatkan daun pisang dalam jumlah banyak.
Walaupun lebih praktis, pembeli kebanyakan memilih kue keranjang berbungkus daun pisang untuk digunakan saat sembahyang Imlek. Umar menawarkan varian rasa kue keranjang bervariasi, mulai dari cokelat, pandan, hingga stroberi.
Lili Chandra Dewi juga kebanjiran pesanan kue keranjang mulai 10 Januari lalu. Ia banyak menerima pesanan, baik perseorangan maupun perusahaan di Jakarta.
Selain kue keranjang mini ukuran 5 cm tinggi 2,5 cm dengan harga Rp 2.000, Lili juga menjual kue keranjang ukuran besar. "Kue keranjang mini biasanya dibagikan untuk karyawan," katanya. Kue keranjang besar dengan berat sekitar 1 kg ada dalam kotak karton dengan pilihan empat kue atau dua kue seharga Rp 50.000.
Lili tetap mempertahankan bungkus daun pisang panggang. Katanya, pemakaian daun pisang akan membuat kue lebih wangi. Lili juga menawarkan sejumlah rasa seperti durian dan stroberi.
Lili menuturkan, pesanan kue keranjang buatannya baru benar-benar sepi 15 hari setelah Imlek atau sampai Cap Go Meh. Maka itu, setelah Cap Go Meh, Lili kembali berjualan makanan seperti biasa.
Sehari-hari di rumah makannya di Gading Serpong, Tangerang, Lili berjualan nasi goreng melayu, pecel medan, gado-gado, dan mi ayam.
Membuat kue keranjang, menurut Lili, tidak terlalu sulit, bahkan sekarang lebih mudah dibandingkan dengan masa lalu. Jika dulu kue harus dikukus 8-10 jam, kini dengan adanya panci stainless hanya dibutuhkan dua jam saja. "Bahan-bahannya sederhana, hanya tepung ketan, gula, dan air," kata Lili.
Tepung ketan dicampur gula sambil diberi air sedikit demi sedikit. Adonan itu lalu disaring dan dimasukkan ke wadah beralas daun pisang yang sudah dipanggang. "Sebelum dikukus ditimbang dulu agar beratnya pas dengan pesanan,” katanya. Adonan itu dikukus 2-2,5 jam dan bisa disimpan hingga setahun di dalam lemari es. (Gloria Natalia, Ragil Nugroho/Kontan)
Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Berhias Ceria Menyambut Imlek

Berhias Ceria Menyambut Imlek
Editor: I Made Asdhiana
Sabtu, 29 Januari 2011 | 09:33 WIB
Dibaca: 1223
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROWarga memilih pernak-pernik Imlek yang dijual pedagang di kawasan Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (22/1/2011). Konsumen mencari berbagai hiasan itu untuk perayaan tahun baru Imlek pada 3 Februari nanti.
KOMPAS.com — Warna merah menyala segera menyergap mata begitu memasuki kawasan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, sejak beberapa pekan terakhir. Lima hari lagi tahun baru Imlek tiba. Orang bersemangat mencari segala keperluan untuk menyambut tahun yang baru.
Segala kemeriahan tidaklah mengherankan karena segala keperluan untuk merayakan tahun baru itu bisa didapat di kawasan ini. Sejak lama kawasan Glodok menjadi tempat favorit berbelanja kebutuhan Imlek.
Mulai dari aksesori, pakaian, makanan, hingga perlengkapan sembahyang di wihara tersedia. Lampion berbagai ukuran dan hiasan bunga mei hua menghiasi Jalan Petak Sembilan, salah satu ruas jalan terkenal di kawasan tersebut.
Saat ini kelinci menjadi hiasan utama berbagai aksesori dan pakaian karena tahun ini adalah Tahun Kelinci. Kaus merah dengan kelinci warna putih di bagian depan berkibar-kibar tertiup angin, seolah mengundang orang untuk membeli. Warna merah ini melambangkan semangat, kegembiraan, dan kebaikan yang akan mengantar pada nasib baik.
”Sudah sejak sebulan terakhir orang mulai berburu pernik-pernik Imlek. Perkantoran sudah memborong mulai awal Januari,” kata Elis Susiana, pemilik toko Ceria Uniq di Petak Sembilan.
Selain lampion dan pohon mei hua, pedagang juga menjual kartu ucapan dan angpau (amplop merah) dengan beragam desain.
Di sepanjang jalan itu pedagang juga menggelar beragam jenis bahan makanan khas Imlek, seperti kue keranjang, teripang, katak, dan ikan bandeng. Hampir semua keluarga keturunan Tionghoa akan membeli bandeng sebelum Imlek. Menurut kepercayaan mereka, ikan adalah lambang rezeki.
Ada sebuah peribahasa nian nian you yu, artinya setiap tahun ada rezeki. Bunyi kata yu, yang artinya rezeki, sama dengan kata yu yang artinya ikan. Selain itu, jika makan ikan, selalu tersisa tulang. Mereka berharap, dengan menyantap ikan, rezeki mereka di tahun baru akan bersisa (berlebih).
Tidak ada ketentuan untuk membuat penganan khusus dari bandeng ini. Jadi, bandeng bisa dimasak bumbu kuning, dipindang, atau juga dipresto.
Di China daratan, ikan bandeng tidak menjadi ketentuan. Mereka bisa memasak jenis ikan apa saja, yang penting berupa ikan.
Berbagai macam buah juga dijajakan di berbagai tempat. Pisang raja, jeruk, manggis, srikaya, nanas, dan delima diyakini sebagai lambang kerukunan, kemakmuran, dan kebahagiaan.
Hidangan istimewa siap pula disajikan untuk merayakan Imlek. Gurame tahu tausi adalah salah satunya. Dalam mitologi China kuno, ikan melambangkan kelimpahan. Menurut legenda, ikan gurame mampu berenang melawan arus dan melompati pintu Gerbang Naga serta berhasil menjadi naga.
Sajian samseng dibuat dari ikan bandeng, ayam/bebek, dan babi. Ketiga makanan ini melambangkan air, udara, dan daratan.
Tidak hanya bahan makanan yang diserbu pembeli. Barang perlengkapan rumah tangga, seperti panci, piring, seprai, handuk, dan sebagainya juga laris diborong. Warga Tionghoa yang masih merayakan Imlek percaya dengan segala perlengkapan baru mereka seperti memulai hidup baru. Diharapkan segala kemalangan dan kesulitan yang terjadi pada tahun lalu tidak akan terulang kembali.
Tak hanya aksesori dan hidangan, wihara pun berhias menyambut Imlek. Di Wihara Dharma Bhakti di Petak Sembilan, pelataran di dalam dan di luar wihara telah dibersihkan. Begitu juga Wihara Dhanagun di Jalan Suryakancana, Kota Bogor, siap menyambut Imlek.
Susan, salah satu pengurus wihara menuturkan, Jumat (28/1), merupakan ritual pokok bersih wihara, yaitu membalik abu persembahyangan. Lalu, semua barang yang ada di wihara, kecuali rumpang (patung dewa atau orang suci penjaga wihara), akan digosok atau dibersihkan. (FRO/ARN/RTS)
Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Wihara Dhanagun Sambut Imlek

Wihara Dhanagun Sambut Imlek
Penulis: Ratih P Sudarsono | Editor: I Made Asdhiana
Sabtu, 29 Januari 2011 | 15:12 WIB
Dibaca: 342
KOMPAS/RATIH P SUDARSONOMenyambut Imlek tanggal 2 Februari, sekitar 30 warga Bogor melaksanakan tradisi bersih-bersih Vihara Dhanagun di Jalan Suryakancana, Kota Bogor, Sabtu (29/1/2011).
BOGOR, KOMPAS.com - Menyambut Imlek yang jatuh tanggal 2 Februari, sekitar 30 warga Bogor melaksanakan tradisi bersih-bersih Wihara Dhanagun di Jalan Suryakancana, Kota Bogor, Sabtu (29/1/2011). Sekitar 50 rumphang dibersihkan atau dimandikan, termasuk meja altar dan lemari-lemari tempat rumpang diletakkan atau dipajang.
Ketua Pengurus Ritual Wihara Dhanagun, Frenkie Sibbald menjelaskan, membersihkan rumphang dan wihara adalah tradisi Wihara Dhanagun dalam menyambut tahun baru Imlek. "Pada saat imlek nanti wihara sudah bersih. Ini juga maksudnya, kita harus bersih saat menyambut tahun baru," katanya.
Rumphang atau patung dewa dan orang suci di Wihara Dhanagun ada sekitar 50 buah. Rumphang terbuat dari kayu, kuningan, atau porselen. Tampilan wajah rumpang, mulai dari berwajah rupawan dengan senyum manis hingga angker dan garang.
Di antara koleksi rumphang itu ada yang berusia ratusan tahun dan rumphang tersebut hanya ada di Wihara Dhanagun. Wihara itu sendiri sudah ada sejak tahun1862.
Frenkie Sibbald menjelaskan, Wihara Dhanagun adalah wihara Buddha Mahayana di bawah naungan Sangha Agung Indonesia. Perayaan imlek tidak ada kaitannya dengan ritual peribadatan Buddha Mahayana.
Imlek itu adalah perayaan tahun baru kalender China dan secara tradisi dirayakan oleh orang China atau keturunan Tionghoa. "Pada saat perayaan tahun baru itu, sebagaimana perayaan tahun baru lainnya, dilangsungkan secara meriah. Saat itu juga merupakan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga dan bersilaturahmi dengan sanak saudara serta teman dan tetangga," katanya.
Menurut Frenkie, siapa pun orang China dan keturunan Tionghoa biasanya secara tradisi menyelenggarakan perayaan ini dan melaksanakan ibadah tahun baru, sesuai agama atau kepercayaannya masing-masing.
"Kalau yang agamanya Kristen, ya ibadahnya ke gereja. Yang Islam, ke masjid. Kalau yang Buddha, Tao, dan Kong Hu Cu ke wihara atau kelenteng. Jadi melakukan peribadatan tanda syukur dan gembira menyambut tahun baru, sesuai agama masing-masing," tutur Frenkie.
Perayaan atau libur tahun baru, lanjutnya, biasanya selama dua minggu. Perayaan ditutup dengan dengan pesta pada tanggal 15, yang disebut Cap Go Meh. Cap Go Meh adalah belasteran dari kata cap go (artinya 15) dan meh dari singkatan meriah. Di luar Indonesia pesta tanggal 15 itu populer dengan istilah Yen Siau Cie.
Pada Cap Go Meh nanti, tidak ada pesta besar-besaran sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Arak-arakan rumphang diiringi puluhan rombongan kesenian barongsai dan lainnya ditiadakan. Tradisi menggotong dan mengarak rumpang, hanya akan dilaksanakan halaman wihara, tidak diarak sampai ke Jalan Suyakancana.
"Kami tidak menyelenggarakan pesta atau arak-arakan karena kami menilai, tidak pantas kita berpesta di situasi Indonesia yang masih prihatin karena banyak bencana. Tanda gembira dan bersyukur kami menyambut tahun baru, selain beribadah, juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan bakti sosial saja," ungkap Frenkie Sibbald.
Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Penipuan Lewat SMS Marak

Modus
Penipuan Lewat SMS Marak
Editor: Hertanto Soebijoto
Selasa, 25 Januari 2011 | 10:24 WIB
Dibaca: 11101
KOMPAS IMAGES/FIKRI HIDAYATIlustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Penipuan berkedok undian berhadiah marak. Modusnya, pelaku mengirimkan pesan singkat berupa kabar bahwa pemilik nomor telepon seluler memenangi undian. Korban diperdaya sehingga mentransfer uang ke rekening pelaku.
Herry (65), warga Jalan Cempaka Putih Barat 24, Jakarta Pusat, tertipu undian semacam itu. Pada 12 November 2010, dia menerima pesan singkat dari nomor 0838898686825 yang mengabarkan bahwa dia memenangi undian berhadiah yang diadakan salah satu operator seluler. Herry tidak mencurigai adanya perbedaan penyelenggara undian dan nomor telepon yang digunakan.
Korban menghubungi nomor operator 021-30940999. Lewat sambungan telepon, pelaku menginstruksikan agar Herry ke ATM supaya bisa mengirimkan hadiah berupa uang tunai Rp 10 juta. Pensiunan pegawai negeri itu berharap bisa mendapatkan tambahan uang seperti yang dijanjikan sehingga bergegas mendatangi ATM Bank Mandiri di RS PGI Cikini.
Di ATM, Herry dipandu pelaku untuk mentransfer uang ke nomor rekening Bank Mandiri 102-000-5490633 atas nama Dodi Setiawan. Uang senilai Rp 899.899 yang ada di rekening korban akhirnya raib.
Korban segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Menteng. Polisi meminta pengelola bank memblokir rekening itu.
Buka blokir
Akhir pekan lalu ada dua orang yang berusaha membuka rekening yang diblokir itu.
”Dua pelaku, yakni MS (28) dan IR (28), menghubungi bank bersangkutan untuk membuka rekening yang diblokir itu. Mereka mengupayakan pembukaan rekening dari Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka dibekuk petugas setempat dan dikirim ke Jakarta,” ucap Kapolsek Menteng Ajun Komisaris Besar Djuwito Purnomo, Senin (24/1/2011).
Di Jakarta, polisi mengembangkan kasus itu dan membekuk AJ (30) yang memerintahkan MS dan IR untuk membuka rekening yang diblokir.
Polisi menangkap AJ di Ciputat. Dari AJ, polisi menangkap UK (30) yang ditengarai sebagai otak penipuan ini. UK ditangkap Minggu (23/1/2011) pukul 23.30 di Ciledug, Kota Tangerang. Hingga Senin, polisi juga memeriksa empat saksi dalam kasus itu.
Purnomo memperkirakan, penipuan itu berlangsung lama karena pelaku memiliki banyak kekayaan dari penipuan itu. Namun, tidak semua korban melaporkan kasusnya ke polisi.
”Di rekening yang kami blokir, ada uang Rp 45 juta. Diperkirakan uang itu adalah hasil penipuan. Biasanya pelaku menguras habis saldo rekening korban,” ujar Purnomo.
Selain uang di rekening itu, sejumlah benda, seperti sepeda motor dan kulkas juga ada di rumah pelaku di kawasan Ciledug. Dari keterangan pelaku, barang-barang tersebut dibeli dari hasil penipuan.
Selanjutnya, polisi menyita dua telepon seluler berikut dua kartu, serta dua buku tabungan yang diduga dipakai untuk menerima uang hasil transfer dari para korban.
Purnomo menambahkan, polisi masih menyelidiki Dodi Setiawan yang menjadi pemilik rekening itu. Dia juga berharap masyarakat berhati-hati jika mendapatkan pesan singkat berupa pemberitahuan sebagai pemenang undian. (ART)