LONGKI KEMAJUAN SULTENG

LONGKI KEMAJUAN SULTENG

KEAMANAN TERJAMIN

KEAMANAN TERJAMIN
Pilih No.Urut "3" Gubernur Sulteng

KAMPANYE LONGKI & SUDARTO

KAMPANYE LONGKI & SUDARTO
CAGUB SULTENG 2011-2016

For Executif Sulteng

For Executif Sulteng

Senin, 27 Desember 2010

Busana Muslim Kasual Modern dari Up to Date

galeri
"Replayshion": Busana Muslim Kasual Modern dari Up to Date
Celana-celana longgar menjadi primadona koleksi Up to Date. Celana bisa membantu wanita berkerudung untuk beraktivitas leluasa tanpa mengorbankan gaya. Apakah Anda suka dengan gaya rancang dan padu padan yang ditawarkan Up to Date di atas ini? (Foto: Banar Fil Ardhi)

galeri "Collage", Studio 133 Biyan

galeri
"Collage", Studio 133 Biyan
"Saya tidak ingin mendikte pelanggan saya. Mereka bebas mengenakan busana saya seperti interpretasi mereka. Termasuk dengan menggunakan kebaya sebagai luaran," jelas Biyan, saat konferensi pers sesaat sebelum pagelaran busananya. Cape, kebaya, dan jaket merupakan kunci utama desain busana yang ia peragakan malam itu. (Foto: Banar Fil Ardhi) Beri rating tentang gaya desainnya:
galeri
Batik Atraktif Edbe
Kebebasan dari pakem merupakan inspirasi perancang kenamaan Eddy Betty dalam mengolah busana lini keduanya, Edbe (baca: e di bi). Salah satu yang ia peragakan dalam lini busana ready to wear-nya adalah penggunaan bahan batik yang didesain modern, juga styling yang bisa jadi ide, seperti perpaduan dengan denim. Suka dengan styling Eddy Betty ini?

galeri

galeri
"Replayshion": Busana Muslim Kasual Modern dari Up to Date
Up to Date, merek busana muslim kasual memperkenalkan koleksi terbarunya untuk tahun 2011. Koleksi yang diberi nama "Replayshion" ini banyak mengusung celana loose dan layering. Suka dengan ide ini? (Foto: Banar Fil Ardhi)

Inilah 3 Srikandi Teladan Itu


Inilah 3 Srikandi Teladan Itu
Peraih penghargaan Srikandi Awards 2010 untuk kategori MDGs 1. Penghargaan I diraih oleh Bidan Siti Fatonah dari Kendal, penghargaan II diraih Bidan Emy Riswati dari Kendal, dan penghargaan III diraih Bidan Siti Makhmuroh dari Cilacap.
Selasa, 21/12/2010 | 21:46 WIB
KOMPAS.com - Peliknya hambatan, mimimnya dana tidak menghambat 3 srikandi ini menjalankan tugas mulia. Siti Fatonah (Kendal), Debora Harmi (Semarang), dan Sinti Muntianah (Batu) adalah wanita-wanita yang mendedikasikan diri untuk membantu wanita-wanita di sekitar mereka untuk mendapatkan bantuan kesehatan, khususnya dalam penanganan kesehatan saat kelahiran.
Ketiga perempuan luar biasa ini meraih penghargaan atas proposal dan upaya mereka dalam menjalankan tugas sebagai bidan di daerah-daerah mereka. Ketiga srikandi ini mencapai penghargaan bersama dengan 6 bidan lainnya (ketiga kategori masing-masing memiliki 3 finalis). Pengumuman pemenang ini digelar dalam Srikandi Award 2010 di Balai Kartini Rafflesia Ballroom, Jakarta, Selasa, 21 Desember 2010.
Ketiga srikandi ini adalah bidan-bidan dari daerah yang mengajukan proposal kepada Pos Bhakti Bidan dalam rangka meraih penghargaan sebagai "Srikandi Award" yang digelar PT Sari Husada dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk mencari bidan terbaik. Para bidan terbaik ini sebelumnya telah melalui beberapa tahapan, antara lain; pengajuan proposal, mentoringmonitoring, dan evaluasi program. Sebanyak 500 proposal dari berbagai daerah di Indonesia telah diseleksi untuk menemukan yang terbaik dari 3 kategori yang bertujuan untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) 2015.
Srikandi Award yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2009 itu merupakan program pembinaan dan penghargaan terhadap bidan yang memberi bakti kepada masyarakat dalam upaya menurunkan angka malnutrisi (MDGs 1), angka kematian anak (MDGs 4), dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu (MDGs 5). Program ini diharapkan mampu menginspirasi dan mengajak para bidan lain untuk ikut berkomitmen dan berupaya mendukung terciptanya peningkatan kualitas taraf kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
"Bidan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki kondisi geografis yang sulit terjangkau oleh tenaga kesehatan lainnya. Para bidan ini memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam membangun serta meningkatkan kualitas kesehatan di daerah mereka masing-masing. Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi kepada para bidan yang telah menjadi tokoh teladan di masyarakat di bidang kesehatan dan sosial. Sesuai harapan, seluruh proposal Pos Bhakti Bidan yang kami terima telah memaparkan program-program kesehatan yang sangat berguna untuk memajukan kesehatan masyarakat tempat bidan itu bekerja," jelas Yeni Fatmawati, Corporate Affairs Director PT Sari Husada dalam siaran pers.
"Penghargaan ini diberikan kepada para wanita-wanita luar biasa yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan wanita di Indonesia. Menjadi bidan membutuhkan dedikasi dan tanggung jawab besar karena 60 persen kelahiran di Indonesia adalah lewat bidan. Seringkali mereka diminta melakukan begitu banyak tugas yang di luar tanggung jawab mereka. Bahkan tak jarang, mereka diminta melewati bukit-bukit, menaiki sampan, dan medan berat lainnya untuk sampai ke pasien mereka. Semoga cerita-cerita inspiratif para srikandi ini bisa menjadi harapan atas perbaikan kesehatan ibu dan anak di Indonesia di masa depan," papar Boris Bourdin, Presiden Direktur PT Sari Husada saat pembukaan malam penghargan.

NAD

Editor: Nadia Felicia
    Font: A A ADibaca : 4025

Awas, Sakit gara-gara Perubahan Cuaca


Awas, Sakit gara-gara Perubahan Cuaca
Senin, 20/12/2010 | 18:19 WIB
KOMPAS.com  Pernah mengalami perubahan cuaca yang amat mendadak dalam 1 jam yang sama? Tadinya panas terik, tiba-tiba hujan deras beserta angin kencang? Ya, belakangan ini perubahan cuaca amat tidak bisa diprediksi. Ternyata, hal itu bisa memengaruhi kesehatan tubuh kita, yang pada ujungnya berakibat pada tingkat produktivitas kita, apalagi bagi yang sensitif terhadap perubahan cuaca.

Belakangan ini kehidupan kita amat penuh akan stres dari berbagai macam sebab. Tanpa kita sadari, hal itu melemahkan imunitas tubuh. Karenanya, banyak hal yang bisa memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk perubahan cuaca, meski hanya sedikit. Pada masa lalu, hanya mereka yang sudah senior yang merasa lemah ketika terjadi perubahan cuaca yang ekstrem. Sekarang, bahkan orang yang sehat pun mengalami ketidaknyamanan. Sensitivitas ini khususnya lebih terasa bagi mereka yang hidup di perkotaan ketimbang mereka yang hidup di pedesaan.

Para ahli kesehatan melihat manusia sebagai makhluk elektromagnetik. Jika ada perubahan di luar (yang terjadi ketika ada penurunan tekanan udara atau badai magnetik yang mendadak), maka hal itu akan memengaruhi tubuh kita.

Tubuh kita secara otomatis beradaptasi dengan kondisi baru, yang terjadi pada perubahan besar-kecilnya pembuluh darah yang mencoba menjaga level tekanan darah sebelumnya. Hal pertama yang bereaksi saat terjadi fluktuasi cuaca adalah orang yang memiliki masalah penyakit kardiovaskular. Rendahnya tekanan udara juga sering menjadi masalah bagi yang punya masalah hypotensive (tekanan darah rendah). Mereka cenderung akan merasa lelah, gugup, dan mengantuk. Sementara itu, orang yang hypertensive (tekanan darah tinggi) sangat sensitif terhadap peningkatan kelembaban udara dan peningkatan tekanan udara.

Pencegahan
Jika Anda mau berusaha keras, maka Anda bisa mengurangi perlahan gejala sensitivitas terhadap perubahan cuaca dengan melawannya:
* Fokuslah pada proses mengatasi masalah kesehatan Anda karena perubahan cuaca sering kali membuat penyakit yang sudah ada bertambah parah.
* Cek kelenjar tiroid. Defisiensi iodin akan memperparah sensitivitas terhadap cuaca.
* Kurangi atau berhenti mengonsumsi minuman berkarbonasi atau berkafein.
* Dukung imun tubuh Anda dengan adaptagen, seperti ginseng, vitamin C, dan vitamin E. Berolahraga juga bisa membantu Anda, seperti joging dan berjalan kaki, untuk membantu memperbaiki pembuluh darah dan menguatkan sistem saraf tubuh.
* Apa pun cuacanya, coba usahakan untuk menghabiskan banyak waktu di udara segar.
* Jika Anda punya masalah tekanan darah tinggi, maka buat tubuh sehangat mungkin saat cuaca sedang dingin.
* Jika Anda punya masalah tekanan darah rendah, maka mulailah hari Anda dengan olahraga fisik untuk mendorong sirkulasi darah.
* Makan makanan yang seimbang. Jangan mulai diet untuk pengurusan badan, tetapi hindari makan berlebihan. Berikut apa yang bisa Anda tambahkan dalam diet harian Anda: bit, kismis, aprikot kering, buah plum kering, jeruk, kacang-kacangan, bawang bombay, dan madu.
* Selalu bersiap terhadap cuaca ekstrem yang berubah-ubah. Selalu bawa payung dan jaket.

NAD

Editor: Nadia Felicia

Sumber: geniusbeauty

Anak Berkembang Positif Jika Dihargai


Anak Berkembang Positif Jika Dihargai
Senin, 27/12/2010 | 13:14 WIB
KOMPAS.com - Setiap orangtua tentu berbangga jika memiliki buah hati dengan potensi dan konsep diri positif. Anak yang senang bereksplorasi, lebih mampu berperan dalam lingkungannya, mudah bergaul dan bersosialisasi. Untuk mencetak karakter semacam ini, orangtua perlu memberikan penghargaan kepada anak. Dengan begitu, potensi dalam diri anak akan berkembang secara positif.

Henny Supolo Sitepu, pakar pendidikan dari Yayasan Cahaya Guru, menjelaskan penghargaan positif dari orangtua kepada anak bisa beragam bentuknya. Salah satunya, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi lebih jauh bidang yang diminatinya.

Salah satu contoh, kata Henny, seorang nenek memberikan penghargaan kepada cucunya (saat itu masih duduk di Sekolah Dasar) saat memenangkan kegiatan mengenai lingkungan. Nenek tersebut memberikan hadiah yang kreatif, yakni menyematkan gelar "Menteri Lingkungan Sehari" kepada cucunya.

Anak tersebut, kisah Henny, menjalankan peran tersebut dengan sungguh-sungguh. Seperti mengikuti rapat, mendengarkan masalah dan berdiskusi dengan "staf"nya, serta bertanya berbagai hal yang tidak dipahaminya.

"Bisa dibayangkan, pengalaman ini pasti akan membuat anak tersebut lebih terpacu untuk berperan dalam memperbaiki lingkungan, setidaknya dalam porsinya sendiri, di manapun ia berada," tutur Henny kepada Kompas Female melalui surat elektronik.

Orangtua merugi jika anak tak dihargai
Konsep diri positif seperti ini juga terbangun pada 36 delegasi Konferensi Anak Indonesia (KAI) 2010 yang digelar November lalu. KAI memberikan anak kesempatan dan pembelajaran untuk mengembangkan diri dan bersosialisasi.

Henny, sebagai salah satu konseptor KAI, mengakui anak-anak delegasi KAI memiliki kesanggupan beradaptasi dalam waktu cepat, menerima perbedaan dengan baik, memiliki kepekaan dengan teman-teman dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda.

"Dalam konferensi ini, anak-anak memiliki kesempatan mendengar dan berbicara. Anak-anak ini memiliki potensi pemimpin yang bisa mendengar, peka, berani, bertanggung jawab, mampu berperan dalam berbagai hal dan memiliki perasaan kebangsaan yang tinggi," jelas Henny di sela konferensi beberapa waktu lalu.

Kata Henny, kesempatan belajar mengembangkan diri seperti konsep konferensi juga bisa diterapkan orangtua di rumah.

"Setiap keluarga bisa menciptakan konferensi anak semacam ini di rumah masing-masing," tutur Henny, menegaskan anak-anak akan sulit mengembangkan diri secara optimal jika tak diberikan kesempatan.

Adalah suatu kerugian jika orangtua menyia-nyiakan potensi anak karena kurang atau bahkan tidak menghargai anak, tandas Henny.

WAF

Editor: Asep Candra